Jumat, 07 Juni 2019

Batasan Diri.

Bagiku.
Harapan selalu berhasil membuat angan itu menjadi sederhana. Aku percaya tentang apa yang selalu kita pikirkan memengaruhi jalan hidup menuju takdir Tuhan. Sebisa mungkin menghindar aura negatif (sugesti diri) percaya bahwa itulah yang akan memengaruhi mimpi kita (apapun itu yang membuat down), hindari. Jika ku membatasi diri, bukan berarti membenci. Itu merupakan caraku untuk menjaga mood baik. Sebisa mungkin membentuk karakter lingkungan yang menjunjung tinggi privacy dan saling menghargai (aku masih belajar).

Asa bukan hanya menjadi angan ketika ku melakukan dengan penuh rasa optimis (alasan pentingnya membangun percaya diri dan menghargai pencapaian sendiri) Showup! begitulah cara sugesti bekerja untuk diri. Bagaimana membangun image, dan bagaimana alam bekerja atas sugesti yang di bangun. Mempercayai suatu hal akan terjadi, maka dengan ijin Tuhan terjadilah.

(setiap orang berbeda cara untuk membangun percaya diri dan nyaman hati, lakukanlah)

Apa yang kita pikirkan dan apa yang mereka lihat, akan turut serta membangun jalan kehidupan (cara bekerja nya sama dengan doa)
Maka jangan sepelekan jari dan lidah yang menyakiti hati orang lain walau setitik. Jika kau mampu menghindari rasa bersalah itu, bagus. Namun rasa bersalah (itulah) undangan hukum alam yang sesungguhnya.

Banyak aura misteri yang tidak dapat kita hubungkan dengan logika (maaf, bukan ghaib)
Aku menyebutnya dengan komunikasi alam dan hukum alam.

Ketika kita mempercayai mimpi kita sendiri, Tuhan memberi komando terhadap alam untuk memberikan jalan yang bahkan tidak pernah terfikirkan sebelumnya.

Tak ada kenyamanan yang paling membahagiakan selain rasa menyayangi.
Tak ada hukuman yang paling terberat selain rasa bersalah.

Tidak ada hal yang dapat mempengaruhi hidupmu kecuali hati kecilmu sendiri. Disanalah Tuhan berada ♥️