Kamis, 20 Desember 2018

Lantas?

Tuhan memberi rasa kepada setiap diri manusia. lalu apa jadinya jika seorang bertanya tentang rasa luka? entah luka hati, luka jiwa, luka raga, luka batin?
lalu bagaimana jawaban nya "untuk apa rasa itu?" terlalu banyak rahasia yang harus kita ketahui. kehidupan adalah misteri.

setiap isi kepala seorang manusia beragam dengan cara pandang berbeda. ribuan pandangan dan cara hidup yang berbeda. lantas pantaskah kita yang sama sama seorang manusia mesti memaksa orang lain agar dapat satu pandangan?
ribuan orang diluar menyatukan pendapat menyatukan kekuatan dan berkumpul untuk apa? menentang pendapat orang lain.
ratusan orang disana beradu argumentasi tentang siapa yang paling unggul untuk memimpin suatu daerah untuk apa? untuk membenarkan pandangan nya sendiri.

Lantas?

pantaskah kita yang hanya satu orang memaksa untuk sepaham dengan seseorang? berusaha sekuat tenaga untuk dapat satu paham? JELAS tidak bisa.

coba di ingat kembali, apakah tujuan hidup adalah saling melengkapi? jika bukan, suatu kesalahan untuk tetap memaksakan pandangan.

ada yang berfikir untuk mengakhiri hidupnya, ada yang berfkir untuk ingin hidup 1000 tahun lagi. ada yang baru saja mendapat semangat lalu terpatahkan kemudian (lagi) (lagi) (lagi) -

beda manusia beda cara. berbeda tekanannya. berbeda kadar kebahagiaannya. berbeda cara hidupnya.

pahami... pahami... pahami....



Selasa, 13 November 2018

Think.

Holla.....

wah sudah lama sekali tidak menulis. rasanya sejak menikah dan mempunyai si kecil waktu sangat tak terasa setiap hari nya.. disibukan dengan segudang aktifitas bisnis, kuliah, dan urus si kecil pastinya. yup! finnaly aku sekolah lagi. ikut program magister manajemen di universitas widyatama! alhamdulillah.. onestep closer, sudah semester 3 dan sudah bab 5. seperti jaman s1 dulu ngejar target biar cpt lulus.. capek juga bolak balik bandung subang.. hadeeeehhh

jujur, aku teramat sangat berterimakasih atas pengalaman study aku kali ini. tak bisa di hitung berapa banyak perubahan pola fikir yg aku alami. padahal mungkin pertemuan kdang ga lebih dr 12 jam setiap minggu. mungkin saja hanya; saat ini adalah usia yg tepat utk memasukan ilmu dan pembentukan karakter, krn tingkat kedewasaan sdh mulai terbentuk dan tingkat kesadaran bermasyarakat sdh ada pada diri. di tambah latar belakang orang yg berfikiran sama2 terbuka, terkumpul dlm satu wadah utk bertukar fikiran.

semakin banyak bersosialisasi dgn perusahaan semakin paham tingkatan manajemen yang di bentuk krn mgkn itu yg di dalami dan di pelajari. bahwasannya seorang employee faktanya belum sepenuhnya menguasai bagaimana sebenarnya cakupan teori dan pemahaman rute nya sendiri. okay mereka memahami jobdesc, kapan wkt jam makan dan jam pulang. that's all.
tanpa memperkaya pengetahuan dan mengikuti ritme perjalanan yang seharusnya menjadi ilmu yang begitu berharga. bagaimana seharusnya dan sebaiknya khusus untuk pencapaian visi kepada customer dan misi perusahaan mereka. really. 

contoh kecil
seorang bergelut di finance, tidak bs memberi penjelasan ttg informasi bi check secara rute yang di infokan oleh bi. dia bingung menjelaskan alur nya.. pdhl dgn mudah nya itu bs d dapatkan di web resmi bi. bahkan aku sj yg sdh tdk bergelut di finance mengetahui. dan sayangnya, jika alur itu terlewatkan utk di arahkan kpd customer dampak yg besar dan berjangka panjang akan merugikan keduabelah pihak. fatal sih menurutku. see?
contoh lain adalah pelayanan. hal yg sll menjadi garis besar setiap orang. dan sll jauh dr ekspektasi, lho kok jauh dr ekspektasi? knp. krn kita tinggal di Indonesia, aku ga mau bahas jg kenapa bs spt itu?! jangan kan aku, kynya para wakil rakyat juga bingung kalo di tanya kenapa bs gt? hehehe

tentu yg sdh merasakan pelayanan pada LN akan mengerti dan akan menghela nafas.. betapa miris nya negeri tercintaku. wikwikwik
okey let's talk about "kejujuran". tanpa mengurangi rasa hormat thp negeri kita tercinta!
ayo jujur; pelayanan seperti apa yg pertama kalian rasakan ketika kalian masuk ke sebuah instani kepemerintahan terutama pada wilayah daerah??! oke ga aku bahas deh, jawab dalam hati kita masing2 saja, jawaban nya akan sama.

oh ya.. orang yg persis berfikiran yg sama dgn ku, yg aku tahu yaitu hanya bapak. my papi. kita satu prinsip, ketika kita di kecewakan oleh siapapun itu baik dalam segi layanan, proses, pembelian or something like that. kita tuh biasanya gak protes, wlw skli2 kadang emosi di tempat. cuma lbh sering nya; jangan kembali udh itu aja.
but sorry krn kita sdh berada pada era digital; dimana hal terburuk dan terbaik bisa kita ketahui dgn mudah.. maka tidak di sia2kan kesempatan utk itu. maka ketika aku kecewa; don't back and SHARE. kenapa? krn image yg di pertaruhkan.

mari bicara case; pada saat berkunjung kepada slh satu instansi yg seharusnya mengurus urusan kebahgaiaan namun penuh dengan emosi dan nada tinggi. aku kecewa. maka aku bertanya kpd teman2 sharing ku. "apakah ada pelatihan kualitas layanan publik yang dinaungi oleh pemerintahan? jika ada mohon maaf kenapa hasil survey pertahun sll dibawab standar khusus indikator palayanan? lantas yang harus di perbaiki itu SOP atau SDM nya?.."
and then..... taraaaa.. yg baper banyak. krn ku lupa banyak teman yg bekerja di instansi pemerintahan.. omg, serius.. aku cuma nanya ttg pelatihan layanan saja, krn br saja aku mengalami pelayanan buruk sekali. serius, kalian sungguh keren dgn seragam itu, dan kayanya akan lebih keren jika kalian senyum dan salam dengan sambutan yang hangat. come on, smile is easy. setelah senyum bebas deh mau emosi, tp seenggaknya senyum saja dulu lah. haha

oke kayanya cukup tulisan aku kali ini, lain waktu kalo mmg santai sdh pasti aku nulis kembali, satu2nya jalan tempat menumpahkan cerita.
aku bnr2 ga sabar buat banyak sharing mengenai pengalaman yg aku alami. ,soon setelah bisa ngajar deh mgkn pengalaman2 skrg ini bisa jd pembelajaran. 😄